Tiga Bulan Pengabdian Penuh Makna Kajati Sulsel Sila Pulungan Sampaikan Terima Kasih atas Sinergi di Bumi Anging Mammiri
KEJATI SULSEL, Makassar— Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti Baruga Adhyaksa Lantai 8 Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Kamis (30/7/2026). Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulsel, Ny. Oyes Pulungan, menghadiri acara "Simfoni Perpisahan", sebuah malam apresiasi atas pengabdian singkat namun berkesan dari sosok nomor satu di Kejati Sulsel tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan pengantar tugas bagi Dr. Sila H. Pulungan yang telah mendapatkan promosi jabatan baru. Berdasarkan Surat Keputusan yang baru diterima, beliau dipercaya untuk mengemban amanah di tingkat pusat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Kejaksaan Agung RI di Jakarta.
Dalam sambutannya, Kajati Sulsel mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas penerimaan hangat di Bumi Anging Mammiri. "Kebahagiaan luar biasa bagi saya dan istri dapat diterima dan bertugas di Sulawesi Selatan, meskipun terasa sangat singkat, hanya tiga bulan," ungkap Dr. Sila H. Pulungan di hadapan seluruh jajaran dan tamu undangan yang hadir.
Beliau menuturkan beberapa catatan reflektif selama masa penugasannya. Menurutnya, masa jabatan yang singkat ini bukanlah sesuatu yang pernah ia atur, melainkan ketentuan Yang Maha Kuasa. Ia mengaku sangat tenang bekerja di Sulsel dan belajar banyak hal positif dari lingkungan maupun dinamika sosial di daerah ini, sekaligus melakukan introspeksi atas hal-hal yang perlu dibenahi.
Lebih lanjut, Kajati Sulsel membeberkan rahasia di balik gestur yang kerap ia tunjukkan kepada publik. "Simbol love atau saranghaeyo yang sering saya lakukan itu ada maknanya. Artinya, setiap memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan, kita harus selalu menghadirkan kelembutan, mulai dari tutur kata, sikap, hingga tingkah laku kita sebagai aparat penegak hukum," jelasnya penuh makna.
Tiga bulan dirasa terlalu singkat bagi Kajati Sulsel untuk mewujudkan seluruh visinya. Beliau mengungkapkan bahwa setelah berkeliling daerah dan memetakan apa saja yang harus dilakukan untuk kemajuan penegakan hukum di Sulsel, waktu memaksanya untuk segera berpindah tugas sebelum seluruh rencana tersebut sempat dieksekusi dengan sempurna.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, saya sudah merasa menjadi bagian dari keluarga di sini. Kehangatan kalian membuat saya tersanjung. Mohon maaf kalau ada hal yang kurang berkenan selama kepemimpinan saya, percayalah semua itu saya lakukan semata-mata demi kebaikan kita semua dan institusi tercinta," tutup Kajati Sulsel dengan nada haru.
Makassar, 30 Juli 2026
KASI PENKUM KEJATI SULSEL