Haul Akbar ke-372 Syekh Yusuf Al-Makassari Leonard Eben Ezer Simanjuntak Ajak Bangkitkan Warisan Ilmu dan Akhlak untuk Kemajuan Bangsa

Haul Akbar ke-372 Syekh Yusuf Al-Makassari Leonard Eben Ezer Simanjuntak Ajak Bangkitkan Warisan Ilmu dan Akhlak untuk Kemajuan Bangsa

 

KEJATI SULSEL, Gowa — Semangat meneladani perjuangan, ilmu, dan akhlak ulama besar Nusantara menggema dalam peringatan Haul Akbar ke-372 Syekh Yusuf Al-Makassari yang digelar bersama masyarakat Kabupaten Gowa. Kegiatan yang mengusung tema "Menghidupkan Warisan Perjuangan, Ilmu, dan Akhlak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Peradaban Umat dan Kemajuan Bangsa" ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional serta daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak; Ketua IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar; Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Prihatin; Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan; Kajari Gowa; serta para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan ribuan jemaah.

Dalam sambutannya, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak menegaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan tanah yang diberkahi karena melahirkan sosok ulama besar yang pengaruhnya melintasi batas negara.

> "Tanah ini adalah tanah yang diberkati. Mari kita menjunjung tinggi nilai dan cahaya ilmu serta akhlak yang telah diwariskan oleh Syekh Yusuf Al-Makassari. Jadikanlah haul ini sebagai milik kita bersama. Kenalilah Syekh Yusuf Al-Makassari yang mengajarkan akhlak, keteladanan, dan perjuangan," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum haul ini sebagai sarana mempererat persaudaraan serta terus menggaungkan nilai-nilai perjuangan Syekh Yusuf, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di seluruh Indonesia hingga ke kancah internasional.

Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan salah satu ulama, cendekiawan, sekaligus pejuang besar Nusantara yang lahir di Gowa pada tahun 1626. Beliau dikenal sebagai ulama sufi yang menguasai berbagai disiplin ilmu keislaman dan memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda bersama Kesultanan Banten. Keteguhan prinsipnya membuat Syekh Yusuf diasingkan ke Sri Lanka, sebelum akhirnya dibuang ke Cape Town, Afrika Selatan.
Meski berada dalam pengasingan, Syekh Yusuf tetap menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan berkeadaban. 

Pemikirannya melahirkan peradaban baru di Afrika Selatan dan menjadikannya dikenang sebagai tokoh yang berjasa besar bagi perjuangan kemanusiaan. Atas kontribusinya tersebut, Syekh Yusuf dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia serta mendapat penghormatan sebagai pahlawan perjuangan di Afrika Selatan, menjadikannya salah satu tokoh Indonesia dengan pengaruh mendunia.

Peringatan Haul Akbar ke-372 ini menjadi pengingat bahwa warisan terbesar Syekh Yusuf bukan hanya sejarah perjuangannya, melainkan juga keteladanan dalam membangun akhlak, memperkuat persatuan, serta menjadikan ilmu sebagai fondasi kemajuan umat dan bangsa. Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam menghadapi tantangan zaman.

Melalui momentum ini, masyarakat Gowa kembali meneguhkan komitmen untuk menjaga, merawat, dan meneruskan warisan pemikiran serta perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai cahaya peradaban yang terus menerangi Indonesia dan dunia.

Bagikan tautan ini

Mendengarkan