Bangun Sinergi Cegah Korupsi Infrastruktur Kejati Sulsel Rangkul Profesional Konstruksi di Pelantikan DPP PATSI UMI
KEJATI SULSEL, Makassar-- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (DPP PATSI UMI) Periode 2026–2030 di Hotel Claro, Makassar, pada Jumat (2/10/2026).
Kehadiran pucuk pimpinan Kejati Sulsel ini sekaligus untuk membuka Seminar Nasional Ketekniksipilan dan memperkuat kolaborasi strategis antara aparat penegak hukum dengan para profesional konstruksi.
Acara pelantikan dan seminar nasional yang mengusung tema “Dari Kampus ke Profesi, Bersama Membangun Masa Depan” ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh lebih dari ratusan peserta. Para peserta yang hadir mencakup tokoh infrastruktur, praktisi sipil, pengusaha kontraktor dan konsultan, akademisi, hingga segenap keluarga besar alumni Teknik Sipil UMI lintas angkatan.
Dalam arahannya, Kajati Sulsel menegaskan komitmen teguh institusinya dalam mengawal setiap proses pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergi antara aparat penegak hukum dan para profesional di bidang ketekniksipilan dinilai sangat krusial untuk memastikan setiap jengkal pembangunan di daerah berjalan sesuai koridor hukum dan bebas dari praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat.
"Saya mengajak alumni Teknik Sipil UMI untuk berkolaborasi dan bersinergi. Kami dalam penanganan perkara sangat membutuhkan ahli konstruksi sebagai saksi ahli untuk membantu mengungkap berbagai perkara dugaan korupsi di sektor infrastruktur," tegas Muhammad Syarifuddin di hadapan ratusan alumni yang hadir.
Lebih lanjut, Kajati Sulsel juga menawarkan langkah kolaboratif preventif dengan membuka ruang edukasi hukum bagi para praktisi sipil. Kejati Sulsel menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman hukum kepada para alumni maupun mahasiswa aktif Teknik Sipil UMI agar mereka memiliki pemahaman yang kuat dan terhindar dari praktik melanggar hukum saat menjalankan profesinya.
Merespons hal tersebut, Ketua Umum DPP PATSI UMI Terpilih Periode 2026–2030, Dr. Ir. H. Mahmud Lakaiya, menyambut antusias tawaran sinergi dari Kejati Sulsel. Ia memaparkan bahwa di usianya yang menginjak 13 tahun, PATSI UMI terus berupaya menjadi jembatan bagi para alumni agar memiliki kemampuan, kompetensi, dan kesiapan kerja yang mumpuni setelah lulus dari bangku kuliah.
"Sebagai pelaku jasa konstruksi yang memiliki keterkaitan erat dengan persoalan hukum, maka saya meminta arahan kepada Bapak Kajati agar kami senantiasa diberi nasihat. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya fraud atau kecurangan dalam setiap pekerjaan yang kami lakukan," ungkap Mahmud Lakaiya.
Untuk mewujudkan profesionalisme yang berintegritas tersebut, Mahmud menjabarkan tiga fokus utama kepengurusannya empat tahun ke depan. Pertama, PATSI UMI akan mengedepankan nilai paguyuban, gotong royong, dan persaudaraan yang menjangkau dan menjadi milik seluruh lintas angkatan.
Kedua, organisasi ini akan bertransformasi menjadi organisasi pembelajar melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi. Hal ini diwujudkan lewat program pendampingan (mentoring) bagi para lulusan baru serta fasilitasi pemberian sertifikat keahlian. Adapun fokus ketiga adalah menjadikan PATSI sebagai organisasi generasi, di mana kepengurusan periode ini akan meletakkan fondasi sistem yang kuat sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada generasi muda di masa mendatang.
Menutup kegiatan tersebut, Kajati Sulsel mendoakan agar kepengurusan DPP PATSI UMI yang baru senantiasa diberikan amanah dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Kejati Sulsel berharap organisasi ini semakin solid, berintegritas, dan terus menggaungkan semangat "Bersatu, Berkarya, Berkontribusi untuk Negeri" agar keberadaan PATSI UMI senantiasa memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.
Makassar, 2 Oktober 2026
KASI PENKUM KEJATI SULSEL