Peringati Isra Mi’raj 1447 H Pegawai Kejati Sulsel Diajak Jadikan Shalat sebagai Benteng Integritas

Peringati Isra Mi’raj 1447 H Pegawai Kejati Sulsel Diajak Jadikan Shalat sebagai Benteng Integritas

 

KEJATI SULSEL, Makassar – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan khidmat di Masjid Baitul Adli, Kantor Kejati Sulsel, pada Senin (26/01/2026). Mengusung tema "Isra Mi’raj Sebagai Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Bertakwa", acara ini menjadi sarana refleksi spiritual bagi seluruh jajaran korps Adhyaksa.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, didampingi Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Sulsel, Ibu Ery Didik Farkhan. Turut hadir para Pejabat Utama (PJU), pegawai, serta pengurus IAD di lingkungan Kejati Sulsel.

Menghadirkan penceramah kondang Drs. H. Soleman Gosalam, M.Si., suasana peringatan berlangsung interaktif. Dalam tauziahnya, Ustaz Soleman menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu yang merupakan fondasi utama karakter seorang muslim.

Beliau mengajak seluruh jamaah dan pegawai Kejati Sulsel untuk senantiasa menjaga dan memperbaiki kualitas ibadah shalat. Menurutnya, shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen untuk menghindari perbuatan keji dan tercela (munkar).

“Shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Ia adalah penolong kita hingga akhir hayat dan kunci pembuka pintu surga. Jika shalat kita baik, maka integritas dan perilaku kita dalam bekerja pun akan terjaga," ujar Ustaz Soleman.

Drs. H. Soleman Gosalam, M.Si. dikenal sebagai tokoh lintas budaya dan penggerak dakwah di Sulawesi Selatan. Saat ini, beliau mengemban berbagai amanah strategis, di antaranya Ketua Presidium Majelis Kebangsaan Rahmatan Lil Alamin, Pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Cabang Makassar dan Ketua Pembina Yayasan Masjid Cheng Hoo Makassar.

Melalui peringatan ini, Kejati Sulsel berharap para pegawai dapat mengimplementasikan nilai-nilai "Hijrah" dalam menjalankan tugas kedinasan. Semangat perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kejujuran dalam penegakan hukum di wilayah Sulawesi Selatan.

Bagikan tautan ini

Mendengarkan