Kunjungan Kerja ke Kejari Jeneponto Kajati Sulsel Sila Pulungan Tekankan Integritas dan Efisiensi Kinerja

Kunjungan Kerja ke Kejari Jeneponto Kajati Sulsel Sila Pulungan Tekankan Integritas dan Efisiensi Kinerja

KEJATI SULSEL, Jeneponto— Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, melakukan kunjungan kerja di Kejaksaan Negeri Jeneponto pada Kamis (21/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sulsel meninjau langsung seluruh ruangan dan fasilitas kantor guna memastikan kelayakan pelayanan publik, sekaligus menyapa seluruh pegawai yang tengah bertugas.

Turut mendampingi Kajati Sulsel dalam rombongan ini, Asisten Pembinaan Kejati Sulsel Abdillah dan Asisten Intelijen Kejati Sulsel Ferizal. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Akhmad Heru Prasetyo, beserta seluruh jajaran.

Dalam pemaparannya, Kajari Jeneponto Akhmad Heru Prasetyo melaporkan bahwa saat ini Kejari Jeneponto diperkuat oleh 44 orang pegawai, yang terdiri dari 14 orang Jaksa dan 30 orang tenaga tata usaha. Terkait dengan pengelolaan anggaran, dari total pagu anggaran sebesar Rp7,25 miliar lebih, Kejari Jeneponto telah berhasil merealisasikannya sebesar 58 persen.

Selain capaian anggaran, Akhmad Heru juga memaparkan program inovasi unggulan bernama "Balla Aspirasi". Program ini dihadirkan untuk memperkuat komunikasi antara pihak kejaksaan dan masyarakat Jeneponto. Melalui Balla Aspirasi, masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, sekaligus memperoleh informasi hukum secara langsung dan transparan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, menegaskan bahwa kunjungan kerjanya kali ini bertujuan untuk memastikan seluruh arahan dan petunjuk dari pimpinan Kejaksaan Agung dilaksanakan dengan baik oleh jajaran di Kejari Jeneponto.

Secara keseluruhan, Dr. Sila H. Pulungan menilai fasilitas di Kejari Jeneponto sudah dalam kondisi bagus. Namun, ia memberikan perhatian khusus terkait pengelolaan aset, kebersihan, dan efisiensi lingkungan kerja. 

Menghadapi sisa tahun anggaran berjalan, Kajati Sulsel meminta seluruh jajaran Kejari Jeneponto untuk terus meningkatkan capaian kinerja. 

“Tolong dijaga profesionalisme, integritas, dan jangan transaksional dalam penanganan perkara maupun dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Penegakan hukum yang dilakukan harus mampu menjaga kondusivitas daerah serta mendukung penuh program pembangunan daerah,” kata Sila Pulungan.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah, memberikan apresiasi atas kedisiplinan pelaporan bulanan Kejari Jeneponto yang saat ini berada di peringkat 11. Kendati demikian, Abdillah mengingatkan para operator pelaporan agar rutin memasukkan data ke aplikasi CMS (Case Management System) dan aplikasi penunjang lainnya. Ia juga meminta jajaran Kejari Jeneponto untuk segera melengkapi pelaporan hibah serta memastikan keterisian data secara lengkap pada aplikasi MySimkari.

Di sisi lain, Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, memberikan instruksi khusus kepada jajaran intelijen Kejari Jeneponto. Ferizal meminta agar sektor intelijen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat. Sinergi yang kuat ini dinilai sangat krusial demi menjaga situasi kondusivitas daerah di tengah proses penegakan hukum yang berjalan.

Jeneponto, 21 Mei 2026
KASI PENKUM KEJATI SULSEL 

Bagikan tautan ini

Mendengarkan